Penjelasan Seputar Lovebird Sable Head Lengkap

Penjelasan Seputar Lovebird Sable Head Lengkap – Belakangan ini sedang ngeteren dan banyak diperbincangkan pada berbagai diskusi mengenai lovebird sable head.

Banyak kekeliruan yang perlu diluruskan seputar lovebird sable head ini. Salah satunya adalah yang menyebutkan bahwa sable head adalah salah satu mutasi lovebird.

Gambar lovebird sable head
Gambar lovebird sable head

Alih-alih sebagai jenis mutasi lovebird baru, sebenarnya sable head adalah hibrid.

Lovebird sable head merupakan spesies dari Fischery yang terkena reduksi atau pengurangan pigmen hitam secara total di bagian kepalanya.

Sehingga warna bulu yang tereduksi hanyalah yang terdapat di kepala saja, sedangkan bagian mantle seperti punggung dan juga sayap tetap sama.

Demikian pula pada perut dan juga ekor masih memiliki warna aslinya kecuali yang telah mengalami mutasi.

 

Catatan:

  • Bagian belakang mata dari burung ini cenderung lebih gelap, karena terdapat lubang telinga, sehingga bulu yang menutup bagian itu tidaklah terlalu tebal dan menimbulakna bayangan gelap.
  • Pada golongan paruh merah, kecuali lutino, sable tidak harus merah menyala secara menyeluruh.

Untuk lebih jelasnya, silahkan disimak sejarah lovebird sable head berikut ini.

Sejarah Kemunculan Lovebird Sable Head

Kami mengambil sumber sejarah ini dari artikel Dirk Van den Abeele dengan judul “Witkop fischery – white head fischery”.

Perlu disampaikan bahawa artikel di bawah ini mungkin telah mengalami perubahan demi pemahaman akan materi yang lebih gampang.

Namun tentu saja tidak akan mengurangi maknanya sama sekali.

” Sebelum masuk ke dalam penjelasan lebih jauh, perlu ditekankan sekali lagi bahwa lovebird sable head BUKAN merupakan mutasi, melainkan suatu bentuk seleksi yang tidak bisa diterima dan diinginkan (sesuai standart BVA).

Berdasar penelitian ilmiah, sekali lagi penelitian ilmiah, pada burung normal wild type Agapornis fischery terdapat psittacin merah di bagian kepala belakangnya.

Meskipun jumlahnya sangat sedikit.

Disamping itu, melalui observari secara langsung di lapangan terhadap  burung yang hidup di alam liar, diketahui bahwa 90% warna topengnya bukan lagi warna merah melainkan orange kemerahan.

Beberapa tahun yang lalu, memang lebih banyak yang menggemari Agapornis fischery yang bertopeng merah solid termasuk pula para juri.

Untuk mendapatkan burung dengan warna seperti inilah para breeder lalu berlomba mencari serta menyilangkan burung yang memiliki warna topeng paling merah.

Sayangnya, tanpa disadari, dengan membuat topengnya menjadi merah, maka kepala bagian belakangnya juga ikut menjadi merah.

Dan kejadian tersebut tidaklah menjadi perhatian.

Pada saat mutasi NSL ino, muncullah spesies Agapornis personatus. Dan banyak yang kembali menginginkan topeng dengan warna merah  semerah-merahnya.

Untuk mendapatkan warna tersebut, mereka menggunakan burung generasi F3 dan juga F2 hibrid (agar dimengerti, lutino pada A. personatus adalah hasil transmutasi) sebagai indukan.

Agar kesalahan yang lalu tidak berlanjut, maka dibuatlah sebuah aturan yang menjelaskan bagaimana bentuk standart itu seharusnya.

Warna merah yang berlebihan ini muncul akibat menghilangnya eumelanin (pigmen gelap) dan digantikan dengan psittacin.

Penampilan burung pun (fenotipe) menjadi tidak sesuai dengan wild form, alias yang terlihat adalah burung berwarna hijau dengan bagian kepala nyaris semua berwarna merah.

Apabila burung ini disilangkan dengan burung seri biru, maka yang muncul adalah burung yang bagian kepalanya sudah kehilangan psittascin dan eumelamin.

Jadilah burung berwarna biru dengan kepala berwarna putih.

Pada tahun 1990, untuk pertama kalinya ada seorang breeder yang menjual burung berkepala putih ini saat BVA Master sedang berlangsung.

Kami pun memberi penjelasan ada breeder mengenai burung yang dijualnya tersebut, akhirnya burung itu memang terjual namun pembelinya berasal dari luar negeri.

Dan di negeri barunya tersebut, burung itu dijuluki dengan sable yang menurut mereka adalah mutasi baru.

Jadi Anda harus paham apa yang dimaksud dengan sable. Sable BUKAN mutasi.

Ada pula yang mengaitkan sable dengan mutasi pied dan beberapa tipe mutasi fallow, memang keduanya terjadi reduksi eumelamin, namun tidak ada hubungannya dengan sable.

Sekitar 6 tahun lalu, ada beberapa orang yang melihat burung sable di internet dan ingin mengimportnya ke Belanda.

Saya berusaha untuk meyakinkan mereka agar tidak membeli burung tersebut, namun hasilnya sia-sia.

Masih ada breeder yang tertarik untuk membeli burung sable ini dengan alasan suka melihat penampilannya.

Oleh para breeder tersebut burung sable kepala merah dipasangkan dengan fischery.

Karena ada standart baru yang mengatakan bahwa topeng fischery green tidak boleh terlalu merah, maka mereka mengkombinasikan dengan burung seri biru.

Hasilnya diberi nama white head / kepala putih / kepala elang. Nama yang cukup bagus untuk fenotipe yang tidak bagus.

Tapi harus diakui bahwa semua berawal dari kesalahan penjurian fischeri hijau di masa lalu yang sebenarnya bisa dihindari.

Apabila Anda masih ragu, dengan ulasan ini, Anda dapat melakukan  eksperimen.

Pasangkan burung biru sable dengan fischery wild form dan lihat hasilnya.

Bisa dipastikan anakannya nanti akan memiliki warna merah berlebihan di kepalanya dan tidak jarang karakter hibridnya akan muncul kembali.

Mengapa harus kembali dipasangkan dengan seri hijua? Ini meruakan pembuktian, karena untu mempelajari suatu mutasi, harus dimulai dengan burung seri hijau.

Dengan demikian Anda paham mutasi yang sedang dihadapi termasuk karakteristiknya.

Jika Anda dapat menerima warna merah berlebihan pada kepala fischery, apakah selanjutnya Anda bisa menerima personatus berdada merah dan bukan kuning? ”

sumber: bertaniorganik.com

Kesimpulannya

  • Pahami dengan baik yang dimaksud dengan sable, yakni sable adalah hibrid BUKAN mutasi
  • Sedangkan opaline adalah mutasi, jangan membandingkan keduanya
  • Sebagian mutasi pied (blorok) dan sebagian fallow mengalami reduksi eumelamin, namun tidak ada hubungannya dengan sable
  • Tulisan ini berdasarkan penelitian ilmiah dan bukan merupakan aturan baku. Oleh sebab itu jika Anda masih ingin beternak sable, kami tidak dapat melarang dan tentunya menghormati pilihan Anda.

Demikianlah penjelasan seputar lovebird sable head, semoga dapat menambah wawasan kita bersama.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here