Memilih Merpati Kolongan yang Berkualitas

0
585

Merpati kolong adalah bentuk seni dalam dunia penghobi merpati. Seperti yang kita tahu, ada banyak seni bermain merpati, mulai dari POS sebagai cikal bakal kemunculan seni lainnya. Lalu, ada seni merpati hias, merpati balap (andhokan), burung tarik (tomprangan) dan yang terakhir, yaitu merpati kolongan. Seni tersebut pun masih dibagi menjadi kolongan bebas dan kolongan menggunakan landasan meja.

Dalam bermain merpati sendiri dibutuhkan forum yang berguna sebagai tempat untuk mencari pengetahuan dan berbagi pengalaman. PMKI (Pecinta Merpati Kolongan Indonesia) adalah salah satunya.

Memilih Merpati Kolongan yang Berkualitas

merpati kolongan

Berikut ciri-ciri merpati tinggi atau kolongan yang berkualitas:

Bentuk kepala. Merpati yang bagus memiliki bentuk kepala besar dengan batok depan yang lebih tinggi dari bagian belakang. Disarankan untuk memilih yang mempunyai derajat kemiringan 45-60 derajat (antara pangkal hidung dengan batok kepala).

Bentuk paruh. Ambil merpati yang mempunyai paruh berbentuk merit alias runcing di bagian ujungnya. Pastikan jarak ujung hidung hingga ujung paruh lebih pendek dari jarak pangkal hidung sampai batok kepala depan.

Mata. Merpati dengan pupil mata berwarna hitam pekat dan peka terhadap cahaya sangat disarankan. Selain itu, di sekitarnya harus ada cincin lingkar yang biasanya berwarna hijau. Untuk warna matanya sendiri, pilih yang kombinasi, misalnya kuning tua dengan kuning muda, merah tua dengan hijau tua atau merah muda dengan putih.

Sayap. Ketentuan sayap burung merpati kolong yang bagus antara lain:

Bahu sayap kuat dan tidak kaku, bentuknya bisa tebal bulat, pipih, lebar berotot atau pendek berotot.

Tulang bulu sayap besar dan kuat, tapi sedikit lentur pada ujungnya.

Bulu sayap tebal, kencang, tidak bergelombang, ujung bulu meruncing dan jarak antar satu bulu dengan yang lainnya cukup lebar.

  Hindari Kontak Langsung dengan Cucak Rotan Papua

Bentuk dada. Merpati yang memiliki dada berbentuk huruf V biasanya akan turun lebih kencang dari arah mana pun dibanding yang berdada O.

Pinggang atau brutu. Burung merpati dengan jarak pinggang dari badan yang renggang biasanya tidak mempunyai keseimbangan baik. Sebaliknya, bila memiliki pinggang yang berjarak rapat akan turun dengan anteng, tidak goyang-goyang.

Ekor. Bentuk dan ketebalan ekor burung ketika dipegang akan bermacam-macam. Dari sini, kita bisa memperkirakan daya serta gaya turun mereka. Pilihlah merpati yang memiliki bulu ekor tebal, panjang dan rapat supaya ketika terbang atau turun tetap stabil.

Selain bentuk fisiknya, perhatikan pula tingkah laku merpati seperti suara kepakan sayapnya, gaya turun setelah terbang, cara jalan dan gerak bulu ekor.

Jika Anda tertarik dengan seni tersebut, silakan bergabung bersama PMKI supaya mendapat ilmu dari para ahli yang berpengalaman terkait teknik melatih dan merawat merpati kolong agar mampu tampil secara prima.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here