Migrasi Antar Benua Burung Anis Siberia

Anis Siberia (Zoothera sibrica) adalah burung yang berasal dari Siberia di kawasan Eurasia. Habitat asli burung ini adalah hutan pinus rapat di belahan bumi sebelah utara. Burung ini bukan jenis burung yang dijumpai di kawasan Asia Tenggara termasuk Indonesia. Pada musim dingin di belahan bumi utara, biasanya burung ini melakukan migrasi ke daerah yang lebih hangat ke daerah selatan yang beriklim tropis. Anis Siberia yang merupakan jenis burung dari family Turdidae ini juga mengunjungi Indonesia selama masa migrasi berlangsung. 
Hal itu terjadi karena selain Indonesia memiliki iklim tropis yang hangat, Indonesia juga masih memiliki hutan yang rapat sehingga cocok untuk dijadikan habitat burung Anis Siberia ini. Beberapa tempat yang terdeteksi telah dikunjungi oleh spesies ini antara lain mengunjungi Sumatera, Kalimantan, Jawa dan Bali. Perjalanan migarasi yang dilakukan dari dataran Siberia hingga ke Indonesia secara alami akan mengikuti jalur migrasi yang sama dari tahun ke tahun. Biasanya setelah mencapai Semenanjung Malaysia burung akan terpencar menjadi dua yaitu ke arah Kalimantan dan ke arah Sumatra. 
Burung Anis Siberia
Zoothera sibirica
Migrasi antar benua Anis Sibria dilakukan karena habitat asli mengalami musim dingin sehingga burung ini mencari habitat yang hangat di hutan tropis Indonesia.
Burung Anis Siberia yang tidak berhenti di Sumatra akan melanjutkan perjalanan hingga ke Pulau Jawa. Sedangkan yang menuju Kalimantan akan melanjutkan perjalanan ke Pulau Bali.  Anis Siberia merupakan burung yang berperawakan sedang proporsional. Burung ini memiliki panjang hingga 23 cm baik yang jantan maupun betina. Yang menjadikan perbedaan antara jantan dan betina adalah corak tubuh yang dimiliki oleh burung tersebut. Burung Anis Siberia jantan pada umumnya memiliki tubuh berwarna biru gelap. 
Sedangkan pada bagian kepala dominasi alis putih tampak mencolok sehingga menonjolkan perbedaan warna yang mendalam. Pada Anis Siberia betina biasanya memiliki tubuh berwarna kecoklatan dan dihiasi dengan alis putih pada bagian kepala. Di habitat aslinya yang merupakan hutan pinus yang lebat dan rapat tidak memungkinkan untuk memakan buah dan biji-bijian. Burung ini akan mengais tanah dan memakan serangga serta cacing yang dapat dijumpai untuk bertahan hidup. 
Dalam perkembangbiakan, Anis Siberia akan mencari dahan yang tinggi dan rapat agar aman dari pemangsa yang ada, termasuk juga pemburu yang mengancam kelangsungan hidup di alam terbuka. Sebagai burung migran yang memiliki penampilan yang menarik, Anis Siberia termasuk burung yang sulit untuk berkicau. Sehingga merupakan kepuasan tersendiri bagi para pecinta burung apabila dapat merawat spesies unik ini hingga dapat berkicau dengan baik. 
Akan sangat membutuhkan kesabaran dan keuletan tersendiri untuk membuat burung yang memiliki habitat liar yang berat untuk dapat menjadi burung yang dapat dinikmati kicauannya. Usaha untuk menangkarkan burung Anis Siberia telah dilakukan oleh para ilmuwan dan peneliti, selain para penangkar lainnya. Usaha tersebut dilakukan mengingat kebiasaan migrasi yang dapat mengakibatkan kepunahan karena penebangan hutan alam yang merajalela. Selain itu laju perubahan iklim yang tidak menentu juga dapat mengakibatkan kepunahan jenis burung Anis Siberia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *