Murai Batu Muntah Darah Apa Penyebabnya?

0

Burung kicauan yang dirawat dengan baik oleh pemiliknya akan memiliki kesehatan yang prima. Apabila burung sakit, sejak awal pemilik akan mengetahuinya karena perilaku burung akan berbeda dari biasanya.

Namun apa yang terjadi bila burung yang Anda rawat dengan baik tiba-tiba mati mendadak? Tentu akan sangat mengejutkan, selain itu akan membuat Anda cemas akankah penyakit yang diderita oleh burung yang mati menular ke burung lain atau bahkan manusia.

Kematian burung harus kita selidiki dengan seksama, karena apabila kita mengetahui penyebabnya, maka kita bisa mencegah terjadinya hal serupa. Langkah awal yang kita lakukan adalah mengingat perilaku apa yang dilakukan burung sebelum mati. Apabila tampak wajar dan biasa saja, maka kita lihat bagaimana proses kematian terjadi.

Untuk lebih mudah kita akan mengambil contoh kematian pada jenis burung Murai Batu. Adapun Murai Batu adalah burung yang cukup lincah, oleh karena itu akan terlihat apabila burung tersebut sakit dengan mudah.

Burung murai batu muntah darah
Ilustrasi Burung Muntah
Murai Batu muntah darah mungkin terjadi karena ada benda berbahaya yang tertelan, namun juga mungkin karena memakan jangkrik utuh yang masih hidup.

Apabila burung mulai lemas, ada kemungkinan ia terkena racun pada makanan atau minuman, coba ganti semua dengan yang baru. Karena biasanya apabila keracunan dengan dosis yang kecil burung akan dapat mengatasinya sendiri. Keracunan makanan dan minuman bisa terjadi karena beberapa hal tanpa kita sadari. Misalkan pemberian makanan yang sudah kadaluarsa atau makanan yang telah basi. Selain itu, terkadang makanan tercampur dengan bahan kimia rumahan seperti obat nyamuk, cairan pembersih atau detergen. Pada kasus ini, biasanya burung akan muntah-muntah dan sakit.

Gambar Pecahan kaca
Gambar Pecahan kaca

Apa yang terjadi apabila Murai Batu muntah darah? Apabila hal tersebut terjadi, maka kita bisa memeriksa dan mengamati darah yang keluar. Apabila darah yang keluar berupa darah yang berwarna kecoklatan, maka dimungkinkan terdapat luka kecil di dalam tubuh sehingga mengeluarkan darah, luka yang di derita cukup lama dengan indikasi bahwa bukan darah segar yang keluar.

Luka ini biasanya terjadi karena makanan mengandung bahan berbahaya. Bahan berbahaya yang tercampur dengan makanan, seperti potongan besi atau serbuk besi dan pecahan kaca akan menggores perlahan pada saluran makan seperti tenggorokan dan bagian perut.

Meskipun sangat kecil apabila terjadi dalam jangka cukup lama akan membesar dan mengakibatkan kematian. Apa yang terjadi apabila Murai Batu muntah darah segar? Pada kasus ini, kita harus memperhatikan dengan teliti. Kita harus mengamati makanan terakhir yang dimakan oleh murai batu.

Cek apakah ada benda berbahaya seperti pecahan kaca, seng atau besi disekitar kandang. Kemudian periksa kondisi fisik dari Murai Batu. Pada kasus muntah darah segar, biasanya terjadi luka besar dalam waktu singkat. Selain karena benda berbahaya, luka terkadang juga disebabkan oleh cara memberi makan yang tidak seperti biasanya.

Pernah terjadi beberapa kasus kematian Murai Batu muntah darah segar karena jangkrik yang dimakan. Murai batu secara alami akan membunuh jangkrik dan memisahkan pembagian untuk dimakan. Apabila dalam perawatan manusia, kita terkadang memberikan makan jangkrik yang telah mulus, tanpa kaki, kepala, bahkan ada yang tanpa bulu sekalipun. Dan murai batu akan langsung menyantap jangkrik yang kita sajikan.

Apabila kita memberikan jangkrik hidup yang masih utuh, kemungkinan Murai Batu jaga akan langsung menyantap karena kebiasaan atau lapar. Keadaan tersebut dapat membahayakan, karena kaki yang tajam pada jangkrik bisa merobek tenggorokan dan mengakibatkan kematian pada Murai Batu yang kita rawat. Karena itu, cobalah untuk lebih teliti saat pemberian makanan agar burung yang kita pelihara bisa lebih aman.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here